Ahli: Erupsi Gunung Semeru Sangat Khas, yakni Tipe Strombolian

  • 时间:
  • 浏览:0

"Saat itu (guguran awan panas) meluncur sejauh 11 kilometer ke tenggara," kata Marufin.

Sementara itu, astronom amatir Marufin Sudibyo dalam keterangan di Instagramnya menyatakan, guguran awan panas yang terjadi kemarin Sabtu, yakni sejauh 4 kilometer ke tenggara terhitung pendek jika dibandingkan dengan jarak luncur peristiwa sejenis 1,5 bulan sebelumnya.

Baca juga: PVMBG: Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Masih Tinggi, Status Waspada

Gunung Semeru sudah kerap meletus sejak 1967. Dalam 53 tahun terakhir, Semeru hanya beristirahat singkat 4 kali, masing-masing beberapa bulan saja.

Meletusnya Gunung Semeru dikonfirmasi oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Awan panas guguran Gunung Semeru

Dia berkata, erupsi Gunung Semeru sangat khas, yakni erupsi tipe Strombolian.

Awan panas guguran yang keluar dari Kawah Gunung Semeru, Jawa Timur, Sabtu (16/1/2021). Dok. PVMBG

"Sore ini, jam 17.24 (WIB) gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilometer. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," tulis Bupati Thoriqul dalam twitnya, Sabtu (16/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Marufin menerangkan, terjadinya awan panas guguran di Gunung Semeru adalah kombinasi 3 hal:

KOMPAS.com - Gunung Semeru yang terletak di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur erupsi pada Sabtu (16/1/2021) pukul 17.24.

"Secara keseluruhan Semeru sudah memuntahkan kurang dari 50 juta meter kubik magma," kata Marufin.